السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
SELAMAT DATANG DI BLOG KEMENTERIAN AGAMA KOTA BINJAI

Penetapan Kelurahan Binaan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji KanKemenag Kota Binjai



Kantor Kementerian Agama Kota Binjai Launching penetapan kelurahan binaan gerakan masyarakat maghrib mengaji. Acara dilaksanakan di masjid Al-Anshor jalan Perintis Kemerdekaan kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Selasa 12 Februari 2013. Hadir pada acara tersebut Ka. Kanwil Kemenag Sumut Drs. H. Abdul Rahim, M.HUM, Wakil Ketua DPRD Kota Binjai H. M. Yusuf M. HUM, Walikota Binjai H.M. Idaham, SH. MSi, Ketua IPQOH Pusat dari Jakarta DR. H.M. Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketua MUI kota Binjai DR. H. M. Jamil, MA

DR. H.M. Yusnar Yusuf Rangkuti mengatakan orang yang rutin membaca Al-Quran dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas berulang-ulang dibacanya insya Allah Al-Quran akan mendatangkan syafaat baginya sambil menceritakan kisah sahabat yang cinta mengamalkan Al-Quran.

Walikota Binjai H.M Idaham, SH. M.HUM dalam arahannya mengatakan maghrib mengaji bukan hanya untuk anak-anak tapi kita juga sebagai orangtua dituntut mendidik anak kita supaya pintar mengaji menjadi anak yang shaleh dan cintah dengan masjid.

Kakanwil Kemenag Sumut Drs. H. Abdul Rahim, M. HUM dalam sambutannya mengatakan Menteri Agama dua tahun lalu sudah mencanangkan maghrib mengaji. Kita mengharapkan melalui gerakan ini Kota Binjai menjadi kota Al-Quran kota yang mendapat Rahmat Allah kota yang lebih berkah.

Sebelumnya Kakankemenag Kota Bijai H. Al Ahyu, MA dalam laporannya mengatakan penetapan kelurahan binaan gerakan masyarakat magrib mengaji ini ditetapkan pada lima kelurahan yaitu kelurahan Cengkeh Turi kecamatan Binjai Utara, kelurahan Kartini kecamatan Binjai Kota, kelurahan Suka Maju kecamatan Binjai Barat, kelurahan Tunggu Rono kecamatan Binjai Timur, kelurahan Bakti Karya kecamatan Binjai Selatan.

Gerakan ini dilaksanakan dilatar belakangi maghrib mengaji adalah budaya umat islam yang luhur yang sudah berabad-abad dijalankan oleh umat ini akan tetapi belakangan ini sudah mulai hilang. Hilangnya budaya yang luhur ini disebabkan pengaruh teknologi. Pada satu sisi kemajuan teknologi bisa berdampak positif tetapi bisa juga berdampak negative salah satunya adalah budaya mengaji setelah maghrib ditinggal anak-anak asyik nonton sinetron, kata Al Ahyu.

Al Ahyu melanjutkan gerakan ini dilaksanakan bertujuan pertama untuk menghidupkan kembali budaya yang luhur yan mulai ditinggalkan umat, kedua untuk membantu masyarakat mengatasi rendahnya kemampuan umat islam membaca Al-Quran dan ketiga untuk membentengi diri dari dampak negatif kemajuan teknologi. Dan target yang hendak dicapai adalah umat islam Kota Binjai semangat kembali menghidupkan budaya maghrib mengaji, umat islam khususnya generasi muda cinta membaca Al-Quran dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. (AR).


* Kakankemenag Kota Binjai H. Al Ahyu, MA menyampaikan laporan
* Walikota Binjai H.M. Idaham, SH. M.Si menyampaikan arahan gerakan maghrib mengaji 


*Dari kiri Kabid Pekapontren Kanwil Kemenag Sumut Drs.H. Jaharuddin, S.Pdi. MA , KaKanwil Kemenag Sumut Drs. H. Abdul Rahim, M.Hum, WaliKota Binjai H.M. Idaham, SH. M.Si, Ketua IPQOH Pusat dari Jakarta

*Kakanwil Kemenagsu Drs.H. Abdul Rahim,M.Hum dan Walikota Binjai Foto bersama dengan kelurahan binaan


RAHASIA SUKSES MENURUT AL QUR'AN


Setiap Insan pasti mendambakan kesuksesan dalam hidupnya, sukses dalam pekerjaan, sukses dibidang akademis, sukses dalam percintaan, dsb. Kita juga sebagai Orang Islam tentunya ingin sukses baik dikehidupan dunia maupun akhirat sebagaimana digambarkan dalam doa kita robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirah hasana waqina azabannar.

Untuk meraih kesuksesan Dunia Akhirat itu, Allah telah menuliskan tips-tipsnya di dalam bukunya yang Fenomenal yaitu Al-Qur’an. Setidaknya ada 12 ayat yang menjelaskan tentang wa ulaikahumul muflihun, atau mereka itulah orang-orang yang yang akan mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, keberhasilan.

Kalau diklafikasikan ke dalam beberapa item maka sedikitnya ada 9 kunci untuk meraih sukses yang Allah janjikan.

1. Bertaqwa (Al Muttaqin) Al Baqarah 1-5 dan Luqman 5

1. Alif laam miin[10].
2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
4. dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
5. mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.


Orang yang akan meraih kesuksesan yang pertama adalah orang2 yang memiliki karakter Taqwa di didalam dirinya, Bagaimana ciri dari orang2 yg disebut muttaqin. pada ayat 3-4 Allah menggambarkan ciri2 mereka : 

- Beriman Kepada yang Ghaib

Pada dasarnya dalam jiwa manusia tertanam suatu keyakinan bahwa ada sebuah kekuatan yang tidak tampak tapi dia percaya kekuatan ghaib itu mampu menolongnya, melindunginya, bahkan orang2 yg tidak mengenal agama sekalipun percaya akan hal itu, atau pun orang2 yg bahkan tidak mengenal budaya.

Contoh : orang2 purbakala yg mengkeramatkan pohon2, batu2, api, arwah leluhur dsb. Didalam Surah Al an’am 76-78 diceritakan Bagaimana Ibrahim merenung mencari2 apa, siapa, dimana, dan bagaimana sosok kekuatan Ghaib itu berada

76. ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."

77. kemudian tatkala Dia melihat bulan terbit Dia berkata: "Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam, Dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku Termasuk orang yang sesat."

78. kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.



Hari ini kita harus sangat bersyukur tidak perlu meraba2 lagi, kita sudah terlahir sebagai seorang Muslim, kita tinggal di deaerah yang mayoritas Muslim, sehingga kita dapat lebih mudah mengenal dan meyakini Allah sebagai Tuhan yang kepadanya kita beribadah dan kepadanya kita minta pertolongan iyyaka nabudu waiyyaka nastain.

- Mendirikan Shalat

Shalat memiliki makna Shilah menyambung, jika kita mencintai orang tua, anak, atau kekasih kita, maka kita akan selalu rindu untuk bertemu, menelepon, sms, chatting, dsb. maka orang yang mengatakan cinta kepada Allah pasti akan senantiasa melakukan Shalat, menjalin koneksi kepada Allah

- Gemar berbagi Rezeki

ayat yang memerintahkan untuk mendirikan sholat selalu dibarengi dengan zakat / infaq, artinya jika mencintai Allah maka harus mencintai sesama manusia, tidak melupakan aspek sosial, membantu orang lain.

- Beriman kepada Ajaran Allah

Allah telah memberikan petunjuk, sejak awal hingga akhir dunia yg tidak akan berubah. Maka bagi yang ingin meraih kesuksesan tentunya harus mengikuti petunjuk agar selamat sampai tujuan.


Memaafkan Orang Lain

Kita pasti pernah mengalami sakit hati, dengan berbagai macam sebab, ada yg diputus kekasih, atau mungkin pernah kehilangan barang dicuri maling, mungkin juga dizalimi orang, dan rasanya ingin sekali melampiaskan dendam kesumat yg bersarang di hati kita, dan takkan sudi memaafkannya sampai mati..atau kalau boleh disantet biar cepat mati.

Orang-orang yang terlihat cemas, takut, marah, dan bermusuhan kemungkinan kurang memaafkan orang lain setelah waktu yang lama berlalu. Orang yang tidak bisa memaafkan memang merasa lebih cemas, bermusuhan, takut, dan marah. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memaafkan lebih bahagia dan sehat daripada mereka yang menyimpan kebencian.

memaafkan memang tidak mudah, tapi sesungguhnya memelihara kebencian dan dendam terlalu lama dalam hati kita justru berakibat buruk bagi kesehatan kita baik lahir maupun batin. karena sesuai penjelasan Rasul bahwa di dalam tubuh kita terdapat segumpal daging (mudghah) yang apabila baik daging tsb, maka baiklah seluruh tubuh, namun jika sakit, maka seluruh tubuh juga akan sakit.

Memaafkan orang lain adalah merupakan syarat  mendapatkan kemaafan dari Allah, orang yang pelit memberi maaf maka jangan harap Allah akan sudi memberinya maaf.. Allah jelaskan dalam surat Annur dalam kisahnya Aisyah yang difitnah berselingkuh dgn sahabat Nabi. kalau boleh dibilang.. memfitnah istri Nabi adalah kesalahan yang paling tidak termaafkan, akan tetapi Allah menyuruh untuk  memberi kemaafan, wal ya'fu wal yasfahu, ala tuhibbuna an yaghfirallahu lakum? hendaklah kalian memberi mereka kemaafan dan berlapang dadalah, apakah kalian tidak ingin Allah memaafkan kalian?

Memberi maaf juga merupakan syarat untuk masuk surga dan mendapat keampunan Allah, seperti yang dijelaskan Allah dalam surat Ali Imron 143, wal afina 'anin naas orang-orang yang bertaqwa yang Allah janjikan ampunan dan Syurga salah satunya adalah orang yang pemaaf.

ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain mengapa kita mohon diri kita untuk dimaafkan, akan tetapi ketika orang lain berbuat kesalahan kita malah menyimpannya erat2 dalam hati kita.
memaafkan orang lain bukan berarti kita lemah, justu kita menjadi orang yang sangat kuat, kata Nabi orang yang kuat bukan orang yang jago berkelahi, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan emosinya.. 
Suatu ketika seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw tentang akhlak yang baik, maka beliau membacakan firman Allah, “Jadilah engkau pemaaf dan perintahkan orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS al-A’raaf: 199).


Kebencian kronis mempunyai efek melemahkan Anda. Ini menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan terluka dari waktu ke waktu. Emosi ini melepaskan hormon kortisol pada sistem tubuh. Di sisi lain, belajar untuk memaafkan memberikan banyak manfaat kesehatan, antara lain:
  • Meningkatkan respon imunitas.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Meningkatkan tidur.
  • Mengurangi kecemasan dan depresi.
  • Meningkatkan harga diri.
  • Memberikan ketenangan pikiran.
Jadi mengapa tidak mencoba untuk menanamkan kebiasaan yang menawarkan manfaat kesehatan begitu banyak?
Mengapa harus memaafkan?
Kita mungkin telah terluka oleh sesuatu yang dilakukan orang lain terhadap kita di masa lalu. Mungkin kita tidak ingat alasannya. Namun, kita ingat rasa sakit yang dialami sangat jelas dan membawa dendam ke mana pun kita pergi. Dendam mempengaruhi kualitas hubungan terhadap yang lain dan sikap kita terhadap kehidupan. Memaafkan memang tidak mudah, namun pasti akan membawa kita pada jalan kebahagiaan.
Orang yang telah menyakiti kita mungkin tidak menyadari apa yang terjadi. Namun hanya bila berkubang dalam emosi ini tentu akan mempengaruhi kesehatan. Dukunglah diri sendiri dan biarkan rasa itu pergi.
Bagaimana cara memaafkan diri sendiri?
  • Menerima situasi. Apa yang terjadi di masa lalu tidak dapat dikembalikan. Jadi, terimalah kenyataan. Tidak ada yang sempurna, semua orang pernah membuat kesalahan.
  • Lanjutkan. Memaafkan tidak berarti melupakan apa yang terjadi. Ini hanya berarti kita tidak akan lagi menciptakan emosi yang sama yang kita rasakan, berulang dalam pikiran. Belajarlah dari situasi itu dan lanjutkan hidup.
  • Tetap jauh dari sikap negatif. Kata-kata yang sangat kuat. Tidak ada dan tidak pernah menanam dalam memori kita, kalimat seperti “Saya tidak akan pernah bisa berbicara dengan orang itu” atau “Saya tidak akan pernah melupakan apa yang ia lakukan kepada saya”, dll. Itu semua harus dihindari. Cari tahu satu titik positif dalam setiap situasi, dan coba mengingatnya.
  • Tuliskan ke bawah dan hancurkan. Tuliskan semua hal yang kita pikir telah melakukan kesalahan atau bagaimana orang lain telah bersalah pada kita. Menulis akan membantu menjelaskan dalam pikiran kita. Setelah lakukan itu, bacalah dan buang itu ke tempat sampah. Cara ini akan membantu kita dalam mendapakan masalah yang belum terselesaikan dari kepala kita.
  • Berhenti menilai diri sendiri. Miliki kekuatan dan keberanian untuk membiarkan diri menjadi mempan. Jadilah baik dan penuh kasih pada diri sendiri. Pilih untuk mengampuni diri sendiri dan kemudian bergerak maju serta melepaskan masa lalu. Jika kita berpikir ada orang lain yang bersalah kepada kita, coba dekati orang itu, berbicaralah padanya dan minta maaf. Dengan cara ini, kita meredakan diri sendiri dari penyiksaan batin karena berpikir terus tentang hal ini.
Mudah-mudahan kita mampu menjadi Insan yang Pemaaf seperti yang ditauladankan oleh Nabi Muhammad SAW..

Data Rumah Ibadah Kota Binjai


Rumah Ibadah

          Rumah ibadah yang terdapat di Kota Binjai adalah gereja, Kuil, Klenteng, Masjid, dan Vihara. Berikut ini disajikan data rumah ibadah menurut jenis dan kecamatan.
Jumlah Rumah Ibadah Jenis dan Kecamatan
2010
NO
KECAMATAN
MASJID
MUSHOLLA
LANGGAR
GEREJA
PURA
VIHARA
JUMLAH
1
BINJAI UTARA
45
2
37
9
1
7
101
2
BINJAI KOTA
15
7
31
4
1
3
61
3
BINJAI BARAT
26
2
33
1
0
2
64
4
BINJAI SELATAN
38
9
37
7
0
1
92
5
BINJAI TIMUR
30
8
37
18
1
0
104

JUMLAH
154
28
175
39
3
13
422


SEJARAH KANTOR KEMENAG KOTA BINJAI


Berdasarkan penuturan orang-orang tua sebagai saksi hidup pelaku sejarah yang mengetahui asal-usul mula timbulnya kota Binjai yang didukung oleh bukti-bukti sejarah yang autentik yang selanjutnya merupakan kota tempat berkembangnya Kantor Kementerian Agama. Kota Binjai dahulunya adalah sebuah kampung kecil yang terletak di tepi sungai Bingai di sebelah Baratnya dan sungai Mencirim di sebelah Timurnya. Pada masa silam lokasi tempat ini adalah tempat dua kerajaan Melayu, yaitu Kesultanan Deli dan Kerajaan Langkat.
Upacara adat dalam rangka pembukaan kampung tersebut diadakan di bawah sebatang pohon Binjai (sebangsa pohon Embacang) yang tiangnya besar dan   rindang, tumbuh kokoh di pinggir sungai Bingai yang bermuara ke sungai Wampu yang dahulunya cukup besar dan dapat dilayari sampan-sampan besar yang berkayuh. Di sekitar pohon Binjai inilah kemudian dibangun beberapa rumah yang lama-kelamaan berkembang menjadi Bandar atau Pelabuhan yang ramai didatangi tongkang-tongkang yang datang dari Stabat, Tanjung Pura dan juga dari Semenanjung Malaka. Nama pohon Binjai itulah yang akhirnya melekat menjadi kota Binjai.

Tanda-tanda orang Bertaqwa


TANDA-TANDA ORANG YANG BERTAQWA
Kunci untuk mendapatkan keampunan dan Surga


Adalah mustahil rasanya bercita-cita untuk mendapatkan surganya Allah SWT jika belum memperoleh keampunan dariNya. Disebabkan manusia tidak boleh tidak dan pasti melakukan dosa dan kesalahan baik terhadap Allah juga kepada manusia. Untuk itulah Allah memerintahkan agar segera menggapai ampunannya agar cita-cita atau mimpi untuk masuk surga itu bisa terwujud.
Allah SWT berfirman dalam Surat Ali’Imran Ayat 133-135:
dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
Kunci menuju keampunan Allah dan surga itu diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa, yang ciri-ciri mereka Allah jelaskan pada ayat berikutnya :

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Allah SWT telah menjabarkan berbagai ciri-ciri orang yang benar-benar taqwa. Mereka menafkahkan rizkinya di jalan Allah SWT dalam keadaan lapang maupun sempit. Dengan kata lain, jika mereka memiliki uang sepuluh ribu rupiah diinfaqkannya paling tidak 1000 rupiah, dan jika hanya memiliki seribu rupiah mereka infaqkan seratus rupiah. Menafkahkan rizki di jalan Allah SWT adalah jalan-hidup mereka. Allah SWT (atas kehendakNya) menjauhkan mereka dari kesulitan (bala’) kehidupan lantaran kebajikan yang mereka perbuat ini. Lebih dari itu, seseorang yang suka menolong orang lain tidak akan mengambil atau memakan harta orang lain, malahan ia lebih suka berbuat kebaikan bagi sesamanya. ‘Aisyah RA sekali waktu pernah menginfaqkan sebutir anggur karena pada waktu itu ia tidak memiliki apa-apa lagi. Beberapa muhsinin (orang yang selalu berbuat baik) menginfaqkan sebutir bawang. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“ Selamatkanlah dirimu dari api neraka dengan berinfaq, meskipun hanya dengan sebutir kurma. (Bukhari &Muslim)
Didalam “Tafsir Kabir” Imam Razi diceritakan bahwa suatu kali Nabi Muhammad SAW mengajak umatnya untuk berinfaq. Beberapa dari mereka memberikan emas dan perak. Seseorang datang hanya menyerahkan kulit kurma, “Saya tak memiliki selain ini.” Seorang lain lagi mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW, “Saya tak punya apapun untuk diinfaqkan. Saya infaqkan harga-diri saya. Jika ada seseorang menganiaya atau mencaci-maki saya, saya tidak akan marah.” Demikianlah, kita dapat mengambil pelajaran bahkan orang miskin pun terbiasa memberikan apapun yang dia miliki untuk menolong orang lain di masa hidup Rasulullah SAW.
Ayat diatas tidak menjelaskan apa yang harus diinfaqkan. Berinfaq tidak hanya berarti sebagian dari hartanya tetapi juga waktu dan keahlian. Ada kebijaksanaan yang besar dalam penjabaran mengenai mukmin yang shaleh yang berinfaq dikala lapang maupun sempit. Kebanyakan orang melupakan Allah SWT ketika berada dalam keadaan sangat lapang. Mereka juga lupa kepada Allah SWT dikala sempit karena terlalu larut dalam kesedihan menanggung kesempitannya.
Allah SWT menyatakan bahwa tanda ketaqwaan mukmin yang ke-dua ialah mereka dapat mengendalikan amarah. Tanda ke-tiga, selain mengendalikan amarah mereka juga memaafkan kesalahan orang lain dengan sepenuh hati. Terakhir (ke-empat), yang tidak kalah pentingnya, mereka bersikap baik terhadap sesama manusia. Ketika Imam Baihaqi RA menjelaskan ayat ini, ia mengisahkan sebuah peristiwa. Dikatakannya, “Suatu ketika Ali bin Hussain RA sedang berwudhu dan pelayannya yang menuangkan air ke tangannya menggunakan bejana. Bejana terlepas dari pegangan pelayan itu dan jatuh mengenai Ali. Sang pelayan menangkap kekecewaan di wajah Ali. Dengan cerdiknya sang pelayan membaca ayat diatas kata demi kata. Ketika sampai pada kalimat ‘orang yang taqwa mengendalikan amarahnya’ Ali RA menelan amarahnya. Ketika sampai pada ‘mereka memaafkan orang lain’ Ali RA berkata, “Aku memaafkanmu” Dan ketika dibacakan bahwa Allah SWT mencintai mereka yang bersikap baik kepada orang yang melakukan kesalahan, Ali memerdekakannya.
Memaafkan orang lain adalah merupakan syarat dalam meraih keampunan Allah seperti yang dijelaskan Allah Dalam Kasus Haditsul Ifki yang termaktub dalam surat Annur ; 22
dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[1032],
[1032] Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar r.a. bahwa Dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri 'Aisyah (Berita bohong ini mengenai istri Rasulullah s.a.w. 'Aisyah r.a. Ummul Mu'minin, sehabis perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya'ban 5 H. Perperangan ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula 'Aisyah dengan Nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau. dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. 'Aisyah keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. tiba-tiba Dia merasa kalungnya hilang, lalu Dia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan bahwa 'Aisyah masih ada dalam sekedup. setelah 'Aisyah mengetahui, sekedupnya sudah berangkat Dia duduk di tempatnya dan mengaharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Kebetulan, lewat ditempat itu seorang sahabat Nabi, Shafwan Ibnu Mu'aththal, diketemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan Dia terkejut seraya mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, isteri Rasul!" 'Aisyah terbangun. lalu Dia dipersilahkan oleh Shafwan mengendarai untanya. Syafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut Pendapat masing-masing. mulailah timbul desas-desus. kemudian kaum munafik membesar- besarkannya, Maka fitnahan atas 'Aisyah r.a. itupun bertambah luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin). Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema'afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.

Khutbah Nikah

Doa setelah akad nikah

Biasanya doa setelah akad nikah dibacakan oleh Penghulu Nikah, tak jarang juga yang membaca doa sendiri agar terasa lebih afdhol, sering juga beberapa orang yg bertanya atau minta dituliskan doa setelah akad nikah, karena kebanyakan doa nikah ketika di googling tidak sesuai seperti yang diharapkan.
berikut kami lampirkan doa setelah ijab qabul / akad nikah bagi yang membutuhkan :